dlucky14

Life Without Limits

Lessons From Flowers

21 Maret 2016

Dikisahkan seseorang yang baru mendapatkan bibit bunga, belum mengetahui apakah bunga tersebut dapat tumbuh sesuai dengan apa yang ada di dalam pikirannya yakni menjadi sebuah kebun bunga yang indah atau sebaliknya. Satu hal yang pasti adalah ia selalu bermimpi untuk memiliki kebun bunga yang indah.

Persiapan untuk memiliki kebun bunga telah dilaksanakan dengan sebaik mungkin, mulai dari pembersihan lahan dari rumput liar, pemberian kompos sebagai pupuk terbaik, sistem pengairan kebun, pengaman dari burung dan hama, pembelian pestisida dan lain sebagainya.

field-to-vase-pioneer-flowerist-2

Selanjutnya ia mulai menanami kebun dengan bibit-bibit tersebut. Setiap hari ia selalu memantau kebun, menyiram, memberi pupuk, mengatur sinar matahari agar bunga yang ditanam tumbuh sesuai harapan.

Selang beberapa waktu akhirnya tangkai bunga mulai muncul dari dalam tanah. Betapa girang ia saat melihat usahanya mulai membuahkan hasil, tidak sia-sia apa yang telah ia lakukan gumamnya dalam hati, apalagi saat itu kelopak bunga juga sudah terlihat.

“Yesss…!!! Mahkota bunga sudah mulai keluar !!!” teriakan antusias keluar secara spontan kala ia melihat mahkota bunga berwarna merah mulai menyembul meski hanya sedikit.

Menyadari bahwa sebentar lagi akan lahir kebun bunga yang indah lantas ia berdoa kepada yang Kuasa supaya kelembaban udara normal, cuaca tidak ekstrem, tidak ada bencana alam yang terjadi atau segala macam gangguan yang bisa merusak kebun bunga tersebut. Apa yang telah ia doakan berjalan sesuai harapan.

bright-vivid-flowers

Awalnya, harapan bisa tumbuh sempurna seperti kebun bunga

Pada kesempatanlain  ia menunggu saat-saat mahkota bunga mekar sempurna, satu minggu, satu bulan, tiga bulan, enam bulan, sembilan bulan, satu tahun berlalu begitu saja namun mahkota bunga belum juga muncul sempurna. “Apa yang terjadi? Apakah ada kesalahan? Ayolah sedikit lagi akan menjadi kebun bunga yang cantik” pertanyaan dan pernyataan itu keluar dari dalam hatinya. Berbagai macam cara ia tempuh untuk menumbuhkan mahkota bunga-bunga yang ia tanam di kebun, mulai dari mengganti nutrisi, pencahayaan, pupuk yang lebih bagus, berkonsultasi dengan pengusaha kebun bunga setempat namun mahkota bunga itu tetap tidak muncul…nihil.

Sebagai seorang manusia tentu saja ia merasakan sedih, kecewa dan tanda tanya besar atas apa yang telah ia lakukan. Bertanya dalam hati dimana letak kesalahannya, dosa apa yang telah ia lakukan sehingga harapan yang tadinya terlukis begitu indah mulai pudar secara perlahan.

Akhirnya ia tiba pada suatu titik yang mengharuskannya mengambil sikap atas kejadian tersebut.

Pertama, memberi arti bahwa ia harus terus berusaha menumbuhkan mahkota bunga sampai kapanpun dengan harapan bahwa mahkota tersebut sedikit lagi akan tumbuh asalkan ia terus mencari cara terbaik. (Kalau ternyata selama seratus tahun atau lebih mahkota itu tidak kunjung tumbuh dengan kata lain sudah bukan jalan namun tetap dipaksakan, lantas apa ia akan terus berusaha ?)

Kedua, memberi arti bahwa ternyata mahkota bunga tersebut mustahil tumbuh sehingga ia mulai melupakan bunga tersebut dan sesegera mungkin menggantinya dengan bunga yang baru (Kalau karena ketidaksabaran menunggu sesaat setelah ia menyingkirkan bunga yang dianggap gagal tadi, saat itu pula ternyata mahkota nya tumbuh tanpa ia sadari. Lantas bagaimana ?)

broken-flowers-soaked-in-liquid-nitrogen-shattered-thumb640

Pada saat bunga tak kunjung mekar sesuai harapan, apa yang harus dilakukan ?

Apa yang harus dilakukan oleh orang tersebut, mana yang terbaik ? Ketidaktahuan akan masa depan dalam menterjemahkan maksud dari sang pencipta, apakah terus berada di jalan yang ditempuh saat ini atau memutar jalan untuk menuju satu cita-cita yakni memiliki kebun bunga yang indah.

Dilema dua pilihan bagi tukang bunga di atas sama sulitnya, namun akan jauh lebih baik jika ia mengambil langkah ketiga yakni menggabungkan antara kesabaran dan memutar jalan yakni dengan cara MEMBERIKAN BATAS WAKTU terhadap apa yang diupayakanmisalnya dengan cara :

Pada saat mahkota bunga tak kunjung muncul maka ia akan tetap berusaha yang terbaik. Ia menetapkan bahwa waktu satu tahun ke depan adalah waktu yang sangat ideal untuk menumbuhkan mahkota bunga. Disinilah kesabaran dan ikhtiarnya diuji di hadapan-Nya. Apabila dalam waktu satu tahun tersebut belum ada hasil maka sudah saatnya tukang bunga tersebut mengikhlaskan bunga yang lama dan menggantinya dengan bibit yang baru.

Terlihat lebih adil bukan bagi si tukang bunga tersebut ? Tentu saja ia juga tetap minta petunjuk dan hasil terbaik dari sang pencipta atas pilihan yang telah ia buat.

Contoh bunga di atas hanyalah sebuah karangan, namun sebenarnya pernahkah kita mengalami situasi tersebut dalam kehidupan ? Mungkin iya mungkin juga tidak. Entahlah,cerita di atas dapat terjadi dalam menetapkan prioritas hidup. Saat seseorang memiliki pengharapan berupa karir, pekerjaan, cita atau cinta yang dihadapkan dengan deadlock (jalan buntu) sehingga merasakan kebingungan untuk melangkahkan kaki kanan atau kaki kiri terlebih dahulu.

images

Batas waktu bisa dijadikan alternatif untuk mengambil keputusan

Saat seseorang sudah bercita-cita, melakukan usaha yang terbaik, melantunkan doa kepadaNya dan memberikan batas waktu, apalagi yang bisa diperbuat selain pasrahkan hasil akhir kepada-Nya?

Selamat Malam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 19, 2016 by .
%d bloggers like this: