dlucky14

Life Without Limits

Gunung Rinjani, Kita Belum Berjodoh Saat Itu (Part 1)

Banyak orang mengatakan bahwa mustahil mendapatkan kesempatan kedua atau hanya sebuah keajaibanlah yang bisa membuat kita merealisasikan kesempatan kedua menjadi mimpi nyata.

Oktober 2013, keangkuhan dan kecerobohan telah membuat rasa penyesalan yang dalam karena gagal mencapai Puncak Rinjani akibat tidak membawa air minum dan makanan saat summit attack meskipun tinggal sedikit lagi berada di puncak Dewi Anjani.

Bulan Mei 2016 tidak ada teman-teman yang bisa diajak lagi untuk mendaki gunung api tertinggi kedua di Indonesia, so what ? Pergi sendirian gabung open trip.
04 Mei 2016
Pesawat malam Jalarta-Lombok, gabung rombongan untuk menuju Desa Sembalun.

20160504_220826

Rinjani – Bandara Praya, Lombok

05 Mei 2016 (lost my mind = lost in Rinjani)

Pukul 3 dini hari tiba di home stay, istirahat sejenak (meskipun tetap terjaga) untuk meluruskan kaki. Pukul 08 pagi waktu setempat menuju gerbang pendakian Sembalun. Selesai berdoa, pemimpin perjalanan mempersilahkan saya untuk berjalan terlebih dahulu karena sebelumnya sudah pernah mendaki Rinjani. Dengan penuh semangat saya berada di barisan terdepan, meninggalkan rombongan di belakang (mulai angkuh), memisahkan diri hingga ada 10 orang (2 orang bule) bersama saling mengikuti.

20160505_071035-02

Rinjani – Home Stay sebelum pendakian

20160505_080828-01

Rinjani – Rinjani setelah home stay

20160505_085520

Rinjani – Gerbang Pendakian

 

Saat sudah jauh mendaki, saya merasakan jalurnya berbeda dari tahun 2013 lalu. “Apakah sudah ada jalur baru?” dalam hati mengatakan seperti itu

20160505_090817

Rinjani – Jalur Pendakian Sembalun

Semakin lama semakin aneh, karena kami tidak menemukan pos 1 yang seharusnya bisa dicapai setelah 90 menit berjalan. Keanehan selanjutnya adalah kami tidak menemukan sampah, bekas orang mendirikan tenda dan tidak bertemu pendaki lain yang melintasi jalur pendakian. Mustahil sekali gunung populer seperti Rinjani tidak banyak pengunjung. Saya langsung berseru “Guys kayaknya kita salah jalan”

DSC07616

Rinjani – banyak sapi dan kesalahan memilih jalur pendakian

Pilihannya tetap diteruskan mendaki ke atas dengan harapan dapat memotong jalur dan bertemu jalur pendakian atau berputar kembali untuk memulai dari awal dengan konsekuensi kehilangan banyak waktu dan tiba di Plawangan Sembalun malam hari dengan kondisi lelah.

Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk pilihan pertama yakni melanjutkan mendaki di jalur yang salah. Trek semakin terjal dan banyak tumbuhan liar berduri yang beberapa kali sempat menggores kami. Setitik harapan cerah karena kami melihat jalur setapak yang ada sampah plastik disana. “Lihat nih ada sampah, baru kali ini gw seneng liat sampah di gunung, artinya ada orang yang lewat sini” ujar salah seorang dari kami.

Pendakian berlanjut, namun seolah hanya ilusi sesaat jalur tersebut menghilang lagi, hilang lenyap dimakan oleh hutan liar berdinding jurang. Langitpun mulai bosan dengan warna biru cerah dan sesegera mungkin berganti dengan warna abu kehitaman diikuti hembusan angin yang berarti segera hujan turun.

20160505_174652

Rinjani – Matahari mulai meninggalkan siang

Jas hujan harus dikenakan agar terlindung dari hujan. 6 jam sudah waktu berjalan tanpa kepastian, tebing semakin curam untuk didaki, persediaan air menipis, tidak ada mata air, tanpa logistik dan tenda sehingga membuat kami berhenti, memperhatikan keadaan sekitar, berpikir jernih, berdiskusi dan tiba pada satu keputusan : Kembali ke titik awal pendakian !!!

Keputusan ini berat dan mungkin saja membuat beberapa orang dari kami kecewa, tapi demi keselamatan bersama tentunya keputusan inilah yang terbaik. Tidak ada yang protes dan mengeluhkan keputusan itu meskipun masing-masing dari kami punya niat yang kuat untuk sampai ke puncak, itulah hebatnya gunung. Sifat dan ego manusia akan terlihat saat mengalami kesusahan mendaki gunung, namun kali ini semuanya bisa menahan ego dan mendahulukan kepentingan bersama.

Bukan masalah waktu maupun materi yang sudah dikeluarkan, namun tercabiknya perasaan karena sudah berada di Rinjani tapi tak kuasa untuk melanjutkan perjalanan akibat hal yang terjadi di luar kontrol manusia.

Beberapa kali saya terjatuh akibat hujan yang mengguyur dan tanah yang basah. Saat turun, kami masih  berharap dapat bertemu jalur sebenarnya, tidak masalah tiba di Plawangan malam hari. Semakin dicari malah semakin samar, membuat kami memilih jalan yang berbeda dari jalur awal sehingga malah bertambah bingung. Akhirnya kami bersepuluh sepakat untuk berpisah, 4 orang (2 bule) melanjutkan perjalanan dan 6 orang lagi termasuk saya memilih kembali ke home stay. Jalan kembali ke home stay ternyata tidak semudah perkiraan, membuat percaya diri menurun, pasrah akibat kehabisan air, makanan, belum bertemu pendaki lain sementara matahari mulai bosan menemani kami dan bersiap meninggalkan.

IMG-20160508-WA0284-01

Rinjani – Berjalan meninggalkan Gunung Rinjani dan hampir membuat kekecewaan yang kedua kali

“Rinjani, kali kedua kau membuatku kecewa…. Apakah kita memang tidak berjodoh dan aku tidak diizinkan berada di puncak singgasana Dewi Anjani ?” kalimat itu mendadak terlintas di pikiran  setelah 2,5 tahun menunggu saat yang tepat, mempersiapkan diri untuk mengambil kesempatan kedua.

Tahun 2013 berkesempatan ke Hongkong, saya gagal ke Giant Buddha. Setahun setelahnya, 2014 dapat kesempatan kedua kembali ke Hongkong namun tetap gagal mengunjungi Giant Buddha.

Sekarang bulan Mei 2016 bertempat di Gunung Rinjani, gunung yang saya cintai dengan kondisi terancam gagal untuk mencapai puncaknya. Saya mulai melakukan pembenaran bahwa memang tidak ada yang namanya kesempatan kedua. Takdir saya tidak berjodoh dengan puncak Gunung Rinjani sekeras apapun saya berusaha mempersiapkan diri, jika semesta alam bersekutu menggagalkan rencana ini maka selesai sudah. Proses tidak akan pernah mengkhianati hasil, tapi kali ini….
Bersambung….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 13, 2016 by .
%d bloggers like this: